Rabu, 21 Maret 2012

Perkenalan dengan psikologi dan psokologi perkembangan


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang.
Psikologi diakui sebagai ilmu mandiri pada akhir abad ke 19, selama dua abad sebelumnya, berbagai model dikembangkan mengenai apa yang menjadi studi psikologi dan bagaimana studi tersebut dilakukan, secara spesifik, sedangkan psikologi perkembangan merupakan salah satu bagian dari ilmu psikologi, psikologi perkembangan merupakan ilmu dimana dibutuhkan untuk bekal kita menjadi seorang guru
Kami di sini akan menguraikan dengan lebih detail lagi tentang Pengertian Psikologi dan Psikologi Perkembangan.

B. Rumusan Masalah
     1. Pengertian Psikologi?
     2. Pengertian Psikologi Perkembangan?

C. Tujuan
     1. Untuk mengetahui Arti sesungguhnya dari psikologi.
     2. mengetahui tujuan dari psikologi perkembangan.                     

           
                                                                                                                                                                                                                                   



BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Psikologi
IstilahPsikologiberasaldari kata-kata yunanipsyche yang artinyadanlogosadalahilmu, jadisecaraetimologis, psikologiberartiilmujiwaatauilmu yang mempelajaritentanggejala-gejalakejiwaan, banyakparapakar yang juga bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.
Perkembangan ilmu pengetahuan, terutama ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan banyak tergantung dari perubahan – perubahan dalam masyarakat, sekalipun sekarang ini para sarjana sepakat bahwa objek material dari psikologi adalah tingkah laku, tetapi mengenai tingkah laku, tetapi mengenai tingkah laku itu sendiri dan tingkah laku yang bagaimana yang dipelajari psikologi, masih menjadi perbincangan di kalangan para sarjana. Para ahli yang menitikberatkanpandanganpsikoanalisisdalamUraiannyamengenai tingkah laku banyakmemperhatikanaspek-aspekketidaksadaran. Sebaliknya para ahli yang menitikberatkanpadapandanganbehavioritisakanlebihmemperhatikansegi-segi yang objectif, yang dapatdiamati tingkah lakunya.
2.      Psikologi Perkembangan
Psikologi perkembangan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perkembangan individu sejak masa bayi, bahkansejakpralahir, sampaiusiatua baik perkembangan fisik dan psikis.
Psikologi perkembangan tidak hanya terbatas kepada bertambah besarnya ukuran akan tetapi akan tetapi terdiri dari serentetan perubahan yang berlangsung secaraprogresif, teratur, jalinmenjalindanterarah kepada kedewasaan, kematangan. Progresif berarti bahwa perkembangan itu terarah kedepan dan bukan terbelakang.Teraturdanjalin-menjalinberartibahwaperkembangan itu bukan suatu kejadian yang kacau dan bukan merupakan peristiwa yang kebetulan saja, akan tetapi perkembangan ituterjadidenganberuntutansetahap demi setahap, dan selalu terjalin hubungan antara setiap tahap dengan tahap berikutnya. Perkembangan menghasilkan suatu yang baru pada diri individu, ialah ciri-ciri dan kesanggupan-kesanggupan baru.Perkembangan berlangsung melalui pematangan dan belajar. Belajar dalam arti luas dapat diartikan sebagai suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya suatu tingkah laku sebagai hasil dari terbentuknya respon utama, dengan syarat bahwa perubahan atau tingkah laku baru itu bukan disebabkan oleh adanya perubahan sementara karena keadaan sewaktu (misal lelah atau mabuk)

















BAB III
HAKEKAT PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN

1.      Pengertian Perkembangan

Pada Dasarnya pengertian perkembangan dan pertumbuhan itu ada kesamaannya. Banyak para ahli psikologi yang memakai istilah perkembangan maupun pertumbuhan bagi karya-karyanya, karena istilah perkembangan dan pertumbuhan bagi orang menunjukkan adanya pertambahan dalam banyak faktor, baik psikis maupun fisik. Hanya saja istilah perkembangan lebih tepat diterapkan pada faktor psikis, sedangkan pertumbuhan biasanya lebih tepat apabila mengenai fisik seseorang.
Secara Spesifik perkembangandiartikan sebagai perubahan progesif yang terjadi sebagai akibat dari proses pematangan dan pengalaman. Perkembangan berkaitan dengan perubahan secara kualitatif. Perkembangan juga dapat diartikan perubahan individu baik secara struktur atau fungsi organ melalui kematangan dan proses belajar yang terjadi sepanjang hanyat hingga meninggal dunia. Dalam perkembangan tidaklah terbatas pada semakin sempurna tetapi juga terkandung serangkaian perubahan secara terus menerus, secara pasti, melalui suatu tahap yang sederhana ke tahap berikutnya yang semakin tinggi dan maju walaupun sulit diukur dengan alat ukur

2.      Pengertian Pertumbuhan

Pada pengertian perkembangan, pertumbuhan memiliki banyak kesamaan akan tetapi pertumbuhan lebih didekatkan dengan pertumbuhan secara fisik
Secara spesifik pertumbuhan diartikan dengan  perubahan atau kenaikan dalam ukuran secara keseluruhan fisik, seperti tulang, tinggi badan, berat badan, jaringan syaraf dan lainnya menjadi lebih sempurna. Pertumbuhan individu dapat diukur dengan alat pengukur. Pertumbuhan merupakan perubahan yang bersifat kuantitatif, yaitu peningkatan dalam ukuran dan fungsi fisik yang murni.
Sehingga dapat diartikan bahwa pertumbuhan juga berada pada tahapan perkembangan. Tetapi tidak semua perkembangan bisa dikatakan pertumbuhan. Karena perkembangan terbatas pada proses involusi, dimana individu mengalami penurunan dan perusakan ketika sudah berada pada puncaknya hingga menuju kematian. Sedangkan pertumbuhan menyangkut proses evolusi, yang terus menuju kesempurnaan

Prinsip-Prinsip Perkembangan
Menurut Baltes:     
·         Perkembangan berlangsung sepanjang hayat.
·         Perkembangan bersifat multidimensional (digambarkan melalui banyak kriteria) dan multidireksional (dicapai melalui berbagai cara)
·         Perkembangan mencakup aspek pertumbuhan dan penurunan.
·         Perkembangan bersifat lentur.
·         Perkembangan berada dalam latar tertentu dan historik.

Menurut Ruffin:
·         Perkembangan berproses dari kepala menuju kaki.
·         Perkembangan berproses dari tubuh bagian dalam menuju tubuh bagian luar.
·         Perkembangan bergantung pada kematangan dan belajar.
·         Perkembangan berproses dari sederhana menuju kompleks.
·         Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses berkesinambungan.
·         Pertumbuhan dan perkembangan berproses dari kecakapan umum menuju kecakapan spesifik.
·         Tingkat pertumbuhan dan perkembangan bersifat individual.









BAB IV
MANFAAT PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

Ada beberapa manfaat mempelajari Psikologi Perkembangan, diantaranya yaitu:
1.              Untuk mengetahui tingkah laku individu itu sesuai atau tidak dengan tingkat usia/ perkembangannya.
2.              Untuk mengetahui tingkat kemampuan individu pada setiap fase perkembangannya
3.              Untuk mengetahui kapan individu bisa diberi stimulus pada tingkat perkembangan tertentu.
4.              Agar dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan-perubahan yang akan dihadapi anak.
5.              Khusus bagi guru, agar dapat memilih dan memberikan materi dan metode yang sesuai dengan kebutuhan anak.







           







BAB V
PERAN KEMATANGAN DAN BELAJAR

1.      Pengertian Kematangan dan Belajar
Menurut para ahli kematangan itu didefinisikan sebagai berikut:
1)      Kematangan adalah merupakan suatu keadaan atau tahap pencapaian proses pertumbuhan atau perkembangan.
2)      Kematangan juga dapat berarti tercapainya suatu fungsi atau potensi mental psikologis akibat proses perkembangan karena pengalaman dan latihan.
3)      Kematangan potensi fisik dan mental psikologis itu merupakan suatu keadaan yang akan berfungsi sebagai prerequisite dalam proses perkembangan kearah pematangan fungsi atau potensi.
Dengan demikian, kematangan yang dimaksud adalah kematangan potensi fisik danpotensi mental psikologis yang telah dicapai dalam sutau tahap pertumbuhan atau perkembangan.
Adapun pengertian belajar yang dimaksud dalam kaitan dengan proses perkembangan itu secara luas akan dibahas pada makalah ini. Tetapi secara ringkasnya pengertian belajar dapat dikemukakan dari penjelasan Elizabeth B. Horluck yaitu: “Learning is development that comes from exercise and effort; through learning children acquire competence in using their hereditary resources”. Yang memiliki arti “ Belajar adalah perkembangan yang berasal dari latihan dan usaha melalui pembelajaran anak-anak menguasai kompetensi dalam menggunakan sumber daya mereka turun-temurun”Jadi belajar ialah perubahan yang terjadi melalui latihan atau usaha dengan belajar itulah anak memiliki berbagai kemampuan, pengetahuan dan sebagainya. Atau dengan kata lain, semua aspek perkembangan yang diperoleh sianak itu terjadi karena belajar, tanpa belajar anak tidak mungkin tahu apa-apa dan tidak akan bisa apa-apa.
2.      Fungsi Kematangan Dan Belajar Dalam Perkembangan
Dalam proses pertumbuhan kearah tercapainya kematangan/ kedewaaan fisik, kematangan merupakan faktor penyebab, yang berarti kedewasaan fisik seorang anak sangat tergantung pada waktunya matang saja ( Kalau umumnya sudah 17 tahun maka kematangan dari pertumbuhan fisik akan terjadi dengan sendirinya ).
Dalam kaitanya dengan proses perkembangan mental psikologis kematangan untuk fisik berfungsi sebagai perquisite untuk perkembangan, misalnya perkembangan bicara/ bahasa tidak mungkin terjadi dengan baik tanpa adanya/ didukung oleh pematangan alat bicara (Alat ini matang pada waktu banyi berumur 6 bulan ). Kematanagan otak pada umur 6/7 tahun merupakan perquisite untuk perkembangan intelektual/ pengetahuan akademik disekolah. Perkembangan psikoseksual dapat dimulai setelah anak matang seksualnya. Jadi dalam kaitanya dengan belajar, pematangan itu berfungsi sebagai pemberi “raw material” atau bahan dasar untuk belajar.
Adapun posisi belajar dalam proses perkembangan itu sangat menentukan. Dalam hal ini belajar akan berfungsi sebagai penentu atau sebab terjadibnya perkembangan ( cause of development ) . tanpa melalui belajar mental psikologis anak tidak mungkin akan dapat dikembangakan. Atau dengan kata lain tanpa belajar maka manudsia tidak akan dapat bertingkah laku seperti manusia. Dan perkembangan pribadi manusia itu merupakan hasil perpaduan unsure kematangan dan belajar.
Sebagaimana telah diuraikan diatas bahwa kematangan itu sangat penting artinya dalam proses perkembangan. Tanpa adanya unsurkematangan tersebut perkembanan sulit untuk di wujudkan. Dalam proses perkembangan fungsi kematangan itu adalah sebagai berikut :
a.        Pemberi bahan mentah atau bahan baku bagi suatu perkembangan, misalnya kematangan otot dan urat kaki sebagai bahan untuk perkembangan berjalan
b.       Pembari batas dan kualitas perkembangan, semakin baik kualitas kematangan suatu fungsi akan makin baik kualitas hasil perkembangan yang akan terjadi, tetapi sebaliknya semakin kurang baik kematangannya akan makin kurang baik pula perkembangannya.
c.        Pemberi kemudahan bagi pendidik atau pengasuh apabila melatih atau membimbing/ mengajarinya.

3.      Ciri-ciri Adanya Kematangan
Mengetahui adanya tahap kematangan suatu sifat sangat penting artinya bagi seorang pendidik atau pengasuh, karena pada tingkat itulah si anak akan memberikan reaksi yang sebaik-baiknya terahadap semua usaha bimbingan atau pendidikan yang sesuai bagim mereka.
Oleh karena itu kalau ingin mengajar atau melatih dengan berhasil, tunggulah saatnya yang tepat yaitu timbulnya kematangan yang bagi siterdidik merupakan masa peka atau masa yang tepat untuk dikembangkan/ dilatih.
Adanya ciri-ciri adanya kematangan tersebut pada diri si anak adalah di tandai dengan adanya :
a.       Perhatian si anak
b.      Lamanya perhatian berlangsung
c.       Kemajuan jika diajar atau dilatih.
4.      Perubahan-perubahan Dalam Otak Yang Menimbulkan Kematangan
Setelah otak menjadi masak mengalami prubahan fisik pada manusia. Perubahan ini dapat menimbulkan tingkah laku baru yang tidak terduga sebelumnya. Urat-urat syaraf dalam otak mempunyai “electrical condoktors”. Untuk pengiriman messages ketempat-tempat yang tetrap perlu ada isolasi otak, isolasi itu disebut “ myelin” selama dorong-dorngan saraf menuju salurannya, aru gerakkannya tak di batasi oleh myelin. Dorongsn itu akan mengalir mengaktifkan banyak sel saraf lebih dari yang diperlukan. Sel-sel saraf itu menggerakan banyak otot. Banyaknya gerakan bayi yang tak bekoordinasi adalah akibat dari kurangnya myelin.
Perkembangan struktur dan fungsi otak tampak sempurna atau hampir sempurna pada saat anak tiba saatnya masuk sekolah dasar. Pada umur-umur setelah 6 tahun, terjadilah perubahan-perubahan penting dalan struktur otak, namun perkembangan kapasitas mental lebih banyak diakibatkan karena pengalaman atau belajar. Perkembanagan prestasi akademik pada anak-anak sudah mencapai masa remaja lebih banyak dipengaruhi oleh faktor motifasi dan belajar.



BAB VI
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.      Psikologi adalah  : Istilah Psikologi berasal dari kata-kata yunani psyche yang artinya dan logos adalah ilmu, jadi secara etimologis, psikologi berarti ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala kejiwaan
2.      Psikologi perkembangan adalah : ilmu pengetahuan yang mempelajari perkembangan individu sejak masa bayi, bahkan sejak pralahir, sampai usia tua baik perkembangan fisik dan psikis.
3.      Manfaat dari Psikologi Perkembangan adalah :
Ø  Untuk mengetahui tingkah laku individu itu sesuai atau tidak dengan tingkat usia/ perkembangannya.
Ø  Untuk mengetahui tingkat kemampuan individu pada setiap fase perkembangannya
Ø  Untuk mengetahui kapan individu bisa diberi stimulus pada tingkat perkembangan tertentu.
Ø  Agar dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan-perubahan yang akan dihadapi anak.
Ø  Khusus bagi guru, agar dapat memilih dan memberikan materi dan metode yang sesuai dengan kebutuhan anak.
B. Saran.
1. semuga di jadikan pengetahuan yang mudah di ingat.
      2. semuga dengan adanya makalah ini kita dapat membedakan memahami kejiwaan orang-orang sekitar sehingga kita bisa berbaur baik dengan mereka

Selasa, 20 Maret 2012

Makalah Psikologi


KATA PENGANTAR


            Segala puji bagi allah tuhan semesta alam yang telah menempatkan kita semua. Dan memberikan segala yang kita butuhkan baik jasmani maupun rhani sehingga akhirnya kita mendatkan tugas dan al-hamdulillah terselesaikan dengan baik yang saya harapkan meskipun masih dari jauh dari kesempurnaan.
            Sholawat dan salam tetap & deras mengalir kepada junjungan kita nabi besar nabi muhamad SAW. Yang telah menunjukkan kita ke jalan yang benar guna mendapatkan kesadaran diri & terbukanya hati dan memperoleh ridhonya, beserta keluarga, sahabat & para pengikutnya yang berjuang demi islam sampai akhir zaman.
            Makalah ini di susun untuk memenuhi tugas mata kuliah psikologi, dan menjelaskan kepada pembaca tentang pembagian “ aliran – aliran dalam Psikolagi.
            Terima kasih kami sampaikan kepada dosen pembimbing ”Bpk. Moh. Isbir. M.Pd.I” karena beliaulah kami bisa lebih mendalami tentang ilmu kejiwaan. Kedua kalinya kami ucapkan terima kasih banyak untuk kedua orang tua kami yang telah memberikan dorongan baik dari luar/maupun dari dalam.
            Semuga makalah ini bermanfaat bagi yang menyusun & yang membantu beserta semua pembaca amn.





                                                                                     Bangkalan, 18 Oktober 2011



                       Penulis
      




Daftar isi

Kata pengantar ..........................................................................................................01
Daftar isi ...................................................................................................................02

BAB I   : Pendahuluan
          A : Latar belakang ...........................................................................................03
          B : Rumusan masalah ......................................................................................03
          C : Tujuan ........................................................................................................03

BAB II  : Pembahasan
           a : Aliran – Aliran Psikologi  ……….........................……………………...04
           b : Psikolinalisa …….....................................................…………………....04
           c : Behavior  …………................................................……………………...05
d.: Empiris ....................................................................................................06

BAB III : Penutup
           A : Kesimpulan ..............................................................................................07
           B : Saran .........................................................................................................07

Daftar pustaka           













                                                                                              





BAB I
Pendahuluan
A. Latar belakang.
            Psikologi diakui sebagai ilmu mandiri pada akhir abad ke 19, selama dua abad sebelumnya, berbagai model dikembangkan mengenai apa yang menjadi studi psikologi dan bagaimana studi tersebut dilakukan, secara spesifik, selama abad ke 17 dan ke 18, berbagai model psikologi saling bersaing untuk mendominasi yang lain.
         Berbagai macam aliran mempunyai peran penting dalam kejiwaan manusia . sehingga para ahli mempunya berbagai pendapat untuk menafsirkan kejiwaan manusia
Kami di sini akan menguraikan dengan lebih detail lagi tentang pembagian aliran psikologi.

B. Rumusan Masalah
     1. Terbagi menjadi berapa psikologi?
     2. Perbadaan dari aliran-aliran psikologi yang ada?

C. Tujuan
     1. Untuk mengetahui aliran- aliran yang psikologi.
     2. Untuk mengetahui definisi dari aliran-aliran psikologi.                                    

           
                                                                                                                                                                                                                                               












BAB II
Pembahasan
1. Aliran – aliran Psikologi
Dalam membahas dan meneliti jiwa manusia, para ahli melakukan pendekatan yang beraneka ragam. Sehingga kemudian timbullah berbagai – berbagai aliran dalam psikologi, antara lain seperti : Psikonalisa,  yang menitikberatkan pembahasannya pada unsu-unsur ketidaksadaran, Psikologi Behavior  yang menitikberatkan pembahasannya pada tingkah laku lahiriyah yang bisa diamati dengan mata, Psikologi Empiris yang membahas tingkah laku menusia berdasarkan pengalaman – pengalaman masa lalu. 1 dan banyak lagi aliran – aliran lain dalam psikologi yang belakangan ini dikembangkan oleh para ahli, sesuai dengan kecenderungan dan pola pandang masing – masing.1

A.       Psikonalisa (Psikoanalisis)
Aliran ini pertama kali muncul pada sekitar abad 19, yang dipelopori oleh Sigmund Freud (1856-1939) yang dilahirkan dari golongan Yahudi pada tanggal 6 mei 1856 di Freiberg pada masa bangkitnya Kerajaan Hitler yang sadis, ketika dia sedang menangani seorang pasien Neorotik atau pasien yang mempunyai ciri mudah cemas, disebabkan oleh konflik yang terjadi pada saat seseorang masih amat kecil, kemudian direpresi/ditekan (didorong masuk dari kesadaran ke alam bawah sadar) 2
Aliran ini adalah aliran yang menggunakan cara pendekatan untuk mengetahui psikologi seseorang, di mana aliran psikonalisa harus mengetahui terlebih dahulu objek yang sedang di teliti dengan cara pendekatan, dengan cara ini seseorang bisa mengetahui keadaan jiwa objek tersebut.
Seperti seorang psikiater menanyakan semua problem pasiennya untuk mengurangi beban atau masalah yang sedang dihadapi oleh pasiennya, seorang ibu selalu mendengarkan curahan buah hati anaknya yang sedang mogok makan, seorang istri mendengarkan masalah suaminya di kantor, dan seorang teman yang jadi tempat curahan hati temannya.


 

  1. Muhammad Idris Jauhari dalam Buku Pengantar Ilmu Jiwa
  2. Abdul Rahan Saleh dalam buku Psikologi

  1. Psikologi Behavior (perilaku)
Yang mendapat sebutan mazhab “ kedua “ dalam bidang ilmu tentang tingkah laku adalah karya para ahli yang berhubungan rapat dengan dengan teori Behavior. Aliran ini di cetuskan oleh Jhon B. Watson (1878-1958) 2
Aliran ini berpendapat bahwa perilaku manusia sangat ditentukan oleh kondisi lingkungan luar dan rekayasa atau kondisioning terhadap manusia tersebut. Aliran ini menganggap bahwa manusia adalah netral, baik atau buruk dari perilakunya ditantukan oleh situasi dan perlakuan yang dialami oleh manusia tersebut. Pendapat ini merupakan hasil dari eksperimen yang dilakukan oleh sejumlah penelitian tentang perilaku binatang yang sebelumnya dikondisikan. Aliran perilaku ini memberikan kontribusi penting dengan ditemukannya asas-asas perubahan perilaku yang banyak digunakan dalam bidang pendidikan, psikoterapi terutama dalam metode modifikasi perilaku. Asas-asas dalam teori periolaku terangkum dalam hokum penguatan atau law of enforcement, yakni :
a. Classical Conditioning
Suatu rangsang akan menimbulkan pola reaksi tertentu apabila rangsangan  tersebut sering diberikan bersamaan dengan rangsangan lain yang secara alamiah menimbulkan pola reaksi tersebut. Misalnya bel yang selalu dibunyikan mendahului pemberian makan seekor anjing lama kelamaan akan menimbulkan air liur pada anjing itu sekalipun tidak diberikan makanan. Hal ini terjadi karena adanya hubungan dan kebiasaan antara kebiasaan tingkah laku si anjing dan majikan
b. Law of Effect
Perilaku yang menimbulkan akibat-akibat yang memuaskan akan cenderung diulang, sebaliknya bila akibat-akibat yang menyakitkan akan cenderung dihentikan. Seperti seorang membeli sebungkus Marlbor  di toko A yang berharga Rp. 12.000,- dan di Toko B sebungkus Marlboro dihargain Rp. 12.500,- maka si pembeli akan mengulang hal yang membuatnya cenderung senang di Toko A .
c. Operant Conditioning
Sautu pola perilaku akan menjadi mantap apabila dengan perilaku tersebut berhasil diperoleh hal-hal yang diinginkan oleh pelaku (penguat positif), atau mengakibatkan hilangnya hal-hal yang diinginkan (penguatan negative). Seperti keberhasilan Mahasiswa Dalam melakukan Penelitian
d. Modelling
Sebuah perilaku yang meniru perilaku orang-orang  di sekitarnya. Seperti seorang teman yang meniru temannya yang setiap harinya mabuk-mabukan atau mencontoh perilaku baik temannya yang setiap hari mengerjakan hal-hal yang berguna untuk dirinya dan orang lain.

C.    PSIKOLOGI EMPIRIS
Mengutip dari Kamus Ilmiah Populer, empiris berarti berdasarkan pengalaman dan penghayatan ; orang yang berpengalaman3, kami cukup kesulitan menetukan arti dari aliran terakhir ini, karena dari dua buku yang kami kutip tidak ada penjelasan rinci mengenai hal ini. Tapi dilihat dari arti empiris sendiri, kami menyimpulkan bahwa aliran ini menggunakan pengalaman untuk mengetahui kejiwaan manusia. seperti seorang guru bisa mengetahui perilaku muridnya dari pengalaman yang dia miliki selama bertahun-tahun mengajar.
 



























  1. Muhammad Idris Jauhari dalam Buku Pengantar Ilmu Jiwa
  2. Abdul Rahan Saleh dalam buku Psikologi
  3. Kamus Ilmiah Populer
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. aliran psikologi ada tiga bagian :
a.       Psikonalisis : Aliran yang menggunakan pendekatan untuk mengetahui kejiwaan objeknya
b.      Behavior : Aliran yang mengkaitkan tingkah laku objek dengan kejiwaan objek
c.       Empiris : Aliran yang menggunakan pengalaman untuk mengetahui kejiwaan objeknya

B. Saran.
      1. semuga di jadikan pengetahuan yang mudah di ingat.
      2. semuga dengan adanya makalah ini kita dapat membedakan memahami kejiwaan orang-orang sekitar sehingga kita bisa berbaur baik dengan mereka




























Daftar putaka

-          Jauhari Idris Muhammad. P.T. toko gunung agung, jakarta. 1997
-          Shaleh Rahman Abdul Kencana, .jakarta, 2008
-           Kamus ilmiah populer