BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang.
Psikologi
diakui sebagai ilmu mandiri pada akhir abad ke 19, selama dua abad sebelumnya,
berbagai model dikembangkan mengenai apa yang menjadi studi psikologi dan
bagaimana studi tersebut dilakukan, secara spesifik, sedangkan psikologi
perkembangan merupakan salah satu bagian dari ilmu psikologi, psikologi
perkembangan merupakan ilmu dimana dibutuhkan untuk bekal kita menjadi seorang
guru
Kami di sini
akan menguraikan dengan lebih detail lagi tentang Pengertian Psikologi dan
Psikologi Perkembangan.
B. Rumusan Masalah
1. Pengertian Psikologi?
2. Pengertian Psikologi Perkembangan?
C. Tujuan
1.
Untuk mengetahui Arti
sesungguhnya dari psikologi.
2. mengetahui tujuan dari psikologi perkembangan.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Psikologi
IstilahPsikologiberasaldari
kata-kata yunanipsyche yang artinyadanlogosadalahilmu, jadisecaraetimologis,
psikologiberartiilmujiwaatauilmu yang mempelajaritentanggejala-gejalakejiwaan, banyakparapakar yang juga bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.
Perkembangan
ilmu pengetahuan, terutama ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan banyak
tergantung dari perubahan – perubahan dalam masyarakat, sekalipun sekarang ini
para sarjana sepakat bahwa objek material dari psikologi adalah tingkah laku,
tetapi mengenai tingkah laku, tetapi mengenai tingkah laku itu sendiri dan
tingkah laku yang bagaimana yang dipelajari psikologi, masih menjadi
perbincangan di kalangan para sarjana. Para ahli yang
menitikberatkanpandanganpsikoanalisisdalamUraiannyamengenai tingkah laku
banyakmemperhatikanaspek-aspekketidaksadaran. Sebaliknya para ahli yang menitikberatkanpadapandanganbehavioritisakanlebihmemperhatikansegi-segi
yang objectif, yang dapatdiamati tingkah lakunya.
2. Psikologi Perkembangan
Psikologi perkembangan
adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari perkembangan individu sejak masa bayi, bahkansejakpralahir,
sampaiusiatua baik perkembangan fisik dan psikis.
Psikologi perkembangan tidak hanya
terbatas kepada bertambah besarnya ukuran akan tetapi akan tetapi terdiri dari
serentetan perubahan yang berlangsung secaraprogresif, teratur,
jalinmenjalindanterarah kepada kedewasaan, kematangan. Progresif berarti bahwa
perkembangan itu terarah kedepan dan bukan terbelakang.Teraturdanjalin-menjalinberartibahwaperkembangan
itu bukan suatu kejadian yang kacau dan bukan merupakan peristiwa yang
kebetulan saja, akan tetapi perkembangan ituterjadidenganberuntutansetahap demi
setahap, dan selalu terjalin hubungan antara setiap tahap dengan tahap
berikutnya. Perkembangan menghasilkan suatu yang baru pada diri individu, ialah
ciri-ciri dan kesanggupan-kesanggupan baru.Perkembangan berlangsung melalui
pematangan dan belajar. Belajar dalam arti luas dapat diartikan sebagai suatu
proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya suatu tingkah laku sebagai
hasil dari terbentuknya respon utama, dengan syarat bahwa perubahan atau
tingkah laku baru itu bukan disebabkan oleh adanya perubahan sementara karena
keadaan sewaktu (misal lelah atau mabuk)
BAB III
HAKEKAT PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN
1.
Pengertian
Perkembangan
Pada Dasarnya pengertian perkembangan dan
pertumbuhan itu ada kesamaannya. Banyak para ahli psikologi yang memakai
istilah perkembangan maupun pertumbuhan bagi karya-karyanya, karena istilah
perkembangan dan pertumbuhan bagi orang menunjukkan adanya pertambahan dalam
banyak faktor, baik psikis maupun fisik. Hanya saja istilah perkembangan lebih
tepat diterapkan pada faktor psikis, sedangkan pertumbuhan biasanya lebih tepat
apabila mengenai fisik seseorang.
Secara Spesifik perkembangandiartikan
sebagai perubahan progesif yang terjadi sebagai akibat dari
proses pematangan dan pengalaman. Perkembangan berkaitan
dengan perubahan secara kualitatif. Perkembangan juga dapat diartikan perubahan individu baik secara struktur atau fungsi
organ melalui kematangan dan proses belajar yang terjadi sepanjang hanyat
hingga meninggal dunia. Dalam perkembangan tidaklah terbatas pada semakin
sempurna tetapi juga terkandung serangkaian perubahan secara terus menerus,
secara pasti, melalui suatu tahap yang sederhana ke tahap berikutnya yang
semakin tinggi dan maju walaupun sulit diukur dengan alat ukur
2. Pengertian Pertumbuhan
Pada pengertian
perkembangan, pertumbuhan memiliki banyak kesamaan akan tetapi pertumbuhan lebih didekatkan
dengan pertumbuhan secara fisik
Secara spesifik pertumbuhan
diartikan dengan perubahan atau kenaikan dalam ukuran secara
keseluruhan fisik, seperti tulang, tinggi badan, berat badan, jaringan syaraf
dan lainnya menjadi lebih sempurna. Pertumbuhan individu dapat diukur dengan
alat pengukur. Pertumbuhan merupakan perubahan yang bersifat kuantitatif, yaitu
peningkatan dalam ukuran dan fungsi fisik yang murni.
Sehingga dapat diartikan bahwa pertumbuhan juga berada
pada tahapan perkembangan. Tetapi tidak semua perkembangan bisa dikatakan pertumbuhan.
Karena perkembangan terbatas pada proses involusi, dimana individu mengalami
penurunan dan perusakan ketika sudah berada pada puncaknya hingga menuju
kematian. Sedangkan pertumbuhan menyangkut proses evolusi, yang terus menuju
kesempurnaan
Prinsip-Prinsip Perkembangan
Menurut
Baltes:
·
Perkembangan berlangsung sepanjang hayat.
·
Perkembangan bersifat multidimensional (digambarkan
melalui banyak kriteria) dan multidireksional (dicapai melalui berbagai cara)
·
Perkembangan mencakup aspek pertumbuhan dan penurunan.
·
Perkembangan bersifat lentur.
·
Perkembangan berada dalam latar tertentu dan historik.
Menurut Ruffin:
·
Perkembangan berproses dari kepala menuju kaki.
·
Perkembangan berproses dari tubuh bagian dalam menuju
tubuh bagian luar.
·
Perkembangan bergantung pada kematangan dan belajar.
·
Perkembangan berproses dari sederhana menuju kompleks.
·
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses
berkesinambungan.
·
Pertumbuhan dan perkembangan berproses dari kecakapan
umum menuju kecakapan spesifik.
·
Tingkat pertumbuhan dan perkembangan bersifat
individual.
BAB IV
MANFAAT PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
Ada beberapa manfaat mempelajari Psikologi
Perkembangan, diantaranya yaitu:
1.
Untuk mengetahui tingkah
laku individu itu sesuai atau tidak dengan tingkat usia/ perkembangannya.
2.
Untuk mengetahui tingkat kemampuan individu pada
setiap fase perkembangannya
3.
Untuk mengetahui kapan
individu bisa diberi stimulus pada tingkat perkembangan tertentu.
4.
Agar dapat mempersiapkan
diri dalam menghadapi perubahan-perubahan yang akan dihadapi anak.
5.
Khusus bagi guru, agar
dapat memilih dan memberikan materi dan metode yang sesuai dengan kebutuhan
anak.
BAB V
PERAN KEMATANGAN DAN BELAJAR
1.
Pengertian
Kematangan dan Belajar
Menurut
para ahli kematangan itu didefinisikan sebagai berikut:
1)
Kematangan
adalah merupakan suatu keadaan atau tahap pencapaian proses pertumbuhan atau
perkembangan.
2)
Kematangan
juga dapat berarti tercapainya suatu fungsi
atau potensi mental psikologis akibat proses perkembangan karena pengalaman dan
latihan.
3)
Kematangan
potensi fisik dan mental psikologis itu merupakan suatu keadaan yang akan
berfungsi sebagai prerequisite dalam proses perkembangan kearah pematangan
fungsi atau potensi.
Dengan demikian, kematangan yang dimaksud
adalah kematangan potensi fisik danpotensi mental psikologis yang telah dicapai
dalam sutau tahap pertumbuhan atau perkembangan.
Adapun pengertian belajar yang dimaksud dalam kaitan dengan proses
perkembangan itu secara luas akan dibahas pada makalah ini. Tetapi secara
ringkasnya pengertian belajar dapat dikemukakan dari penjelasan Elizabeth B.
Horluck yaitu: “Learning is development that comes from exercise and effort;
through learning children acquire competence in using their hereditary
resources”. Yang memiliki arti “ Belajar adalah perkembangan yang berasal dari latihan dan usaha melalui pembelajaran anak-anak menguasai kompetensi dalam menggunakan sumber daya mereka turun-temurun”Jadi
belajar ialah perubahan yang terjadi melalui latihan atau usaha dengan belajar
itulah anak memiliki berbagai kemampuan, pengetahuan dan sebagainya. Atau
dengan kata lain, semua aspek perkembangan yang diperoleh sianak itu terjadi
karena belajar, tanpa belajar anak tidak mungkin tahu apa-apa dan tidak akan
bisa apa-apa.
2.
Fungsi
Kematangan Dan Belajar Dalam Perkembangan
Dalam proses pertumbuhan kearah tercapainya kematangan/ kedewaaan
fisik, kematangan merupakan faktor penyebab, yang berarti kedewasaan fisik
seorang anak sangat tergantung pada waktunya matang saja ( Kalau umumnya sudah
17 tahun maka kematangan dari pertumbuhan fisik akan terjadi dengan sendirinya
).
Dalam kaitanya dengan proses perkembangan mental psikologis
kematangan untuk fisik berfungsi sebagai perquisite untuk perkembangan,
misalnya perkembangan bicara/ bahasa tidak mungkin terjadi dengan baik tanpa
adanya/ didukung oleh pematangan alat bicara (Alat ini matang pada waktu banyi
berumur 6 bulan ). Kematanagan otak pada umur 6/7 tahun merupakan perquisite
untuk perkembangan intelektual/ pengetahuan akademik disekolah. Perkembangan
psikoseksual dapat dimulai setelah anak matang seksualnya. Jadi dalam kaitanya
dengan belajar, pematangan itu berfungsi sebagai pemberi “raw material”
atau bahan dasar untuk belajar.
Adapun posisi belajar dalam proses perkembangan itu sangat
menentukan. Dalam hal ini belajar akan berfungsi sebagai penentu atau sebab
terjadibnya perkembangan ( cause of development ) . tanpa melalui belajar
mental psikologis anak tidak mungkin akan dapat dikembangakan. Atau dengan kata
lain tanpa belajar maka manudsia tidak akan dapat bertingkah laku seperti
manusia. Dan perkembangan pribadi manusia itu merupakan hasil perpaduan unsure
kematangan dan belajar.
Sebagaimana telah diuraikan diatas bahwa kematangan itu sangat
penting artinya dalam proses perkembangan. Tanpa adanya unsurkematangan
tersebut perkembanan sulit untuk di wujudkan. Dalam proses perkembangan fungsi
kematangan itu adalah sebagai berikut :
a.
Pemberi
bahan mentah atau bahan baku bagi suatu perkembangan, misalnya kematangan otot
dan urat kaki sebagai bahan untuk perkembangan berjalan
b.
Pembari
batas dan kualitas perkembangan, semakin baik kualitas kematangan suatu fungsi
akan makin baik kualitas hasil perkembangan yang akan terjadi, tetapi
sebaliknya semakin kurang baik kematangannya akan makin kurang baik pula
perkembangannya.
c.
Pemberi
kemudahan bagi pendidik atau pengasuh apabila melatih atau membimbing/
mengajarinya.
3.
Ciri-ciri
Adanya Kematangan
Mengetahui
adanya tahap kematangan suatu sifat sangat penting artinya bagi seorang
pendidik atau pengasuh, karena pada tingkat itulah si anak akan memberikan
reaksi yang sebaik-baiknya terahadap semua usaha bimbingan atau pendidikan yang
sesuai bagim mereka.
Oleh karena itu
kalau ingin mengajar atau melatih dengan berhasil, tunggulah saatnya yang tepat
yaitu timbulnya kematangan yang bagi siterdidik merupakan masa peka atau masa
yang tepat untuk dikembangkan/ dilatih.
Adanya ciri-ciri
adanya kematangan tersebut pada diri si anak adalah di tandai dengan adanya :
a.
Perhatian si anak
b.
Lamanya perhatian berlangsung
c.
Kemajuan jika diajar atau dilatih.
4.
Perubahan-perubahan
Dalam Otak Yang Menimbulkan Kematangan
Setelah otak menjadi masak mengalami prubahan fisik pada manusia.
Perubahan ini dapat menimbulkan tingkah laku baru yang tidak terduga
sebelumnya. Urat-urat syaraf dalam otak mempunyai “electrical condoktors”.
Untuk pengiriman messages ketempat-tempat yang tetrap perlu ada isolasi
otak, isolasi itu disebut “ myelin” selama dorong-dorngan saraf menuju
salurannya, aru gerakkannya tak di batasi oleh myelin. Dorongsn itu akan
mengalir mengaktifkan banyak sel saraf lebih dari yang diperlukan. Sel-sel
saraf itu menggerakan banyak otot. Banyaknya gerakan bayi yang tak bekoordinasi
adalah akibat dari kurangnya myelin.
Perkembangan struktur dan fungsi otak tampak sempurna atau hampir
sempurna pada saat anak tiba saatnya masuk sekolah dasar. Pada umur-umur
setelah 6 tahun, terjadilah perubahan-perubahan penting dalan struktur otak,
namun perkembangan kapasitas mental lebih banyak diakibatkan karena pengalaman
atau belajar. Perkembanagan prestasi akademik pada anak-anak sudah mencapai
masa remaja lebih banyak dipengaruhi oleh faktor motifasi dan belajar.
BAB VI
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
Psikologi
adalah : Istilah Psikologi berasal dari kata-kata
yunani psyche yang artinya dan logos
adalah ilmu, jadi secara etimologis, psikologi berarti ilmu jiwa atau ilmu yang
mempelajari tentang gejala-gejala kejiwaan
2.
Psikologi perkembangan adalah : ilmu
pengetahuan yang mempelajari perkembangan individu sejak masa bayi, bahkan
sejak pralahir, sampai usia tua baik perkembangan fisik dan psikis.
3.
Manfaat dari Psikologi
Perkembangan adalah :
Ø Untuk mengetahui tingkah laku individu itu sesuai atau tidak
dengan tingkat usia/ perkembangannya.
Ø Untuk mengetahui tingkat kemampuan individu pada setiap fase
perkembangannya
Ø Untuk mengetahui kapan individu bisa diberi stimulus pada
tingkat perkembangan tertentu.
Ø Agar dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi
perubahan-perubahan yang akan dihadapi anak.
Ø Khusus bagi guru, agar dapat memilih dan memberikan materi dan
metode yang sesuai dengan kebutuhan anak.
B. Saran.
1. semuga di jadikan pengetahuan yang mudah di ingat.
2.
semuga dengan adanya makalah ini kita dapat membedakan memahami kejiwaan orang-orang sekitar sehingga kita bisa berbaur
baik dengan mereka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar